Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi
Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi
Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi Pusat Jual Bibit Leledan Lele Konsumsi di Gunungkidul - Kami kelompok budidaya ikan Arum Pager. Menyediakan benih lele dengan berbagai ukuran dan lele konsumsi. Komoditas utama benih lele dan lele konsumsi.
 
Arum Pager Kelompok Budidaya Lele Gunungkidul Yogyakarta menyediakan benih bibit Lele dan lele konsumsi

ICHTYO

Ciri-ciri : Pada tubuh ada bercak putih dan kematian tidak massal tapi terus terjadi
 
Penyebab: hujan yang terus menerus dan terjadi fluktuasi suhu mendadak

Pengobatan
-Buang air dasar kolam 50% (ganti baru)
-kasih garam 2kg (kolam 2,5x5 mtr)
-puasakan ikan selama 3 hari berturut-turut.
-pakan dicampur dengan supertetra 3-5 butir/1 kg pakan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber : lelemasamu.com 
Read more

Lele MASAMO

Lele masamo, sebagian menduga nama tersebut adalah akronim dari Matahari Sakti Mojokerto. Tetapi Fauzul Mubin, Technical Support and Hatchery Manager PT Matahari Sakti membantah itu. “Bukan. Itu hanya nama yang mengandung hoky dan nama yang bagus saja,” terangnya sambil tersenyum lebar.

Lele produk dari PT Matahari Sakti (MS) ini disebut-sebut memiliki keunggulan ketimbang jenis lain yang sudah beredar lebih dahulu. Saking santernya kabar tersebut, sampai-sampai belakangan muncul pihak-pihak yang mengaku-aku sedia induk dan benih masamo. Padahal, MS hanya mendistribusikannya terbatas di jaringan mitra internal perusahaan.

Mubin menyatakan, lele masamo yang beredar sekarang masih generasi pertama, dan direncanakan November 2013 akan dirilis generasi kedua.

Genetik Masamo
Dijelaskan Mubin, lele masamo merupakan hasil pengumpulan sifat berbagai plasma nutfah lele dari beberapa negara. Antara lain, lele asli Afrika, lele Afrika yang diadaptasi di Asia, Clarias macrocephalus/bighead catfish yang merupakan lele Afrika dan di kohabitasi di Thailand, dan lele dumbo (brown catfish). “Total ada 7 strain lele,” ungkapnya.

Lele Afrika, papar Mubin, terkenal kecepatan tumbuh dan ketahanan tubuh yang tinggi. Sedangkan lele Afrika yang telah mengalami kohabitasi domestik di Asia/Asia Tenggara memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan dan tahan terhadap penyakit lokal. Selain itu ada juga strain yang memiliki produktivitas telur tinggi (spawning rate) dan ada yang efisien pakan.

Dipastikan Mubin, benih sebar yang diperuntukkan bagi budidaya pembesaran konsumsi – atau yang umum disebut Final Stock (FS) — dari breeding Masamo, memiliki sifat bertubuh besar, rakus makan tapi tetap efisien, keseragaman tinggi, stress tolerance tinggi, ketahanan penyakit tinggi, dan sifat kanibal rendah. Untuk sifat induk atau Parent Stock (PS) ditambah dengan spawning rate yang tinggi.

Hatchery (penetasan) Masamo di Pasuruan, sebut Mubin, mampu memproduksi induk PS masamo 6.000 – 10.000 ekor per tahun. PS dilepas dengan harga Rp 100.000 – Rp 300.000 per ekor, tergantung jauh-dekatnya lokasi pembeli. Mubin mengakui harga calon induk masamo 2 – 4 kali lebih mahal dibanding induk lele jenis lain.

Sementara Final Stock, dikatakan Maylana Nurrma Diyanto, Technical Support  and Marketing Supervisor PT Matahari Sakti, permintaan yang masuk ke hatchery PT MS mencapai 5 juta ekor per bulan. Pada April 2013, imbuh dia, benih size (ukuran) 4 cm diperdagangkan seharga Rp 70 tiap ekornya, dan Rp 90 untuk yang 5 cm.

Ciri dan Sifat
Lele masamo memiliki ciri khas fisik cukup berbeda dengan lele dumbo atau lele lain yang lebih dulu beredar. Dijelaskan Maylana, kepala lele Masamo lebih lonjong, menyerupai sepatu pantofel model lama. Sirip (patil) lebih tajam, badan lebih panjang dan berwarna kehitaman. Ketika stres, muncul warna keputih-putihan atau keabu-abuan.

Lebih detil, Danang Setianto menggambarkan, terdapat bintik seperti tahi lalat di sekujur tubuh masamo yang berukuran besar, memiliki tonjolan di tengkuk kepala, serta bentuk kepala lebih runcing. “Pada induk, tonjolan di tengkuk terlihat nyata. Sangat berbeda dengan induk jenis lain, sehingga tak mungkin dipalsukan,” ungkapnya.

Tetapi saat masih berukuran benih, secara fisik masamo susah dibedakan dengan benih lele varietas lain. “Bedanya pada sifat. Masamo lebih agresif dan nafsu makan kuat. Sehingga jika manajemen pakan tidak bagus bisa berakibat kanibalisme,” papar Danang. Karena itu Danang hanya memasarkan benih Masamo kepada pembudidaya pembesaran yang serius, bukan yang tradisional.

Sifat Kanibal
Mubin mengistilahkan era kanibalisme tinggi pada masamo sudah lewat. “Dulu, waktu generasi awal sekali, sebelum yang generasi I itu memang iya. Pada generasi 1 sudah jauh berkurang  sifat kanibal itu,” tegasnya.  Mubin telah  melakukan uji keseragaman ukuran anakan di hari ke-40 pemeliharaan. Hasilnya, keseragaman akhir normal. Keseragaman akan njomplang jika kanibalisme tinggi, karena ada lele dominan yang memakan lele lain.

Sumber : Jogjabenih.com, lelemasamo.com
Read more

Daftar Harga Benih Lele

Arum Pager, Harga Benih Lele Bulan per Juni 2013
Ukuran 4-6 : Rp. 150,-
Ukuran 5-7 : Rp. 200,-
Ukuran 6-8 : Rp. 250,-
Ukuran 7-9 : Rp. 300,-
Ukuran 9-12 : Rp. 350,-

Harga tersebut untuk wilayah Gunungkidul

Read more

Hati-hati Datang Masa ‘BEDIDING’

Arum Pager, Anda mungkin mengerti bahwa lele memerlukan suhu air kolam yang realtif hangat untuk dapat tumbuh dengan sehat. Kami ingin menginformasikan kepada anda bahwa pada bulan-bulan Juni, Juli, dan Agustus, akan datang masa ‘bediding’ (bahasa Jawa) dimana pada malam hari suhu malam hari akan relatif lebih dingin dibandingkan bulan-bulan lain.

Hal ini merupakan masalah bagi para peternak lele seperti saya dan anda. Perubahan suhu kolam lele yang drastis antara siang dan malam hari akan menyebabkan penyakit whitespot yang dapat mengakibatkan kematian pada lele anda. Lele akan banyak terserang penyakit ketika suhu kolam anda kurang dari 25 derajat celcius.
Read more

Jenis-jenis Nila Unggulan

Arum Pager, Berikut ini adalah jenis-jenis ikan nila unggul hasil penelitian yang telah mendapat sertifikasi:
  1. Ikan Nila Best (Bogor Enhanched Strain Tilapia). Ikan nila BEST merupakan ikan hasil pemuliaan menggunakan karakter keunggulan dalam pertumbuhan. Ikan ini dihasilkan melalui proses penelitian yang dilakukan Tim Peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor dan telah dirilis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (Dr. Ir. Fadel Muhammad).Ikan ini memiliki ketahan terhadap terhadap penyakit 140% lebih baik dari ikan yang ada di masyarakat. Fekunditas 3-5 kali dari ikan masyarakat, sintasan 84,4-93,3%. Angka itu lebih tinggi 8% dibandingkan nila lokal di karamba jaring apung. Pengujian terhadap ketahanan lingkungan yang dilakukan pada media bersalinitas menunjukkan bahwa ikan nila BEST dapat hidup dengan baik hingga salinitas 15 ppt.Pertumbuhan 2 kali lipat dari ikan yang ada di masyarakat. Pertumbuhan mencapai 300-500 g dalam waktu 4 bulan.
  2. Ikan Nila Srikandi(Salinity Resistant Improvement from Sukamandi). Ikan nila Srikandi adalah ikan nila yang dihasilkan oleh Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi. Ikan ini telah dirilis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (Sharif C. Sutardjo) pada 2012. Ikan nila Srikandi (Oreochromis aureus x niloticus), menjadi solusi tepat untuk memanfaatkan lahan-lahan sub optimal di sepanjang pesisir tersebut. Selain toleransi yang tinggi terhadap lingkungan bersalinitas hingga ≤ 30 ppt, nila Srikandi mampu tumbuh cepat di perairan payau dan tahan terhadap penyakit.
  3. Ikan Nila Nirwana 2 (Nila Ras Wanayasa). Ikan nila Nirwana merupakan nila hasil pengembangan dari Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat. Nirwana merupakan singkatan dari Nila Ras Wanayasa. Keunggulan nila Nirwana dibandingkan dengan nila biasa, yaitu pertumbuhannya yang cepat karena dalam waktu enam bulan dapat mencapai bobot 1 kilogram. Kemudian bentuk tubuh yang lebih lebar dan kepala lebih pendek serta struktur daging lebih tebal.Ikan nila nirwana 2 telah dirilis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2012. Ikan nila nirwana 2 memiliki pertumbuhan 15% lebih tinggi dari generasi pertama. Pertumbuhan lebih tinggi dari nila lokal yang ada di masyarakat. 
  4.  Ikan Nila Gesit(Genetically Supermale Indonesian Tilapia). Ikan nila gesit dengan kromosom YY memiliki keunggulan, yakni 98-100 persen turunannya berkelamin jantan. Sedangkan keunggulan secara ekonomis yaitu nila gesit memiliki pertumbuhan yang cepat, yakni lima hingga enam bulan untuk mencapai berat 600 gram. 
  5. Ikan Nila Jatimbulan. Ikan nila jenis ini merupakan hasil perekayasaan yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis PBAT Umbulan yang terletak di Pasuruan Jawa Timur. Keunggulan nila ini adalah pertumbuhannya yang lebih cepat dibandingkan dengan nila biasa dan struktur dagingnya yang lebih kenyal. 
  6. Ikan Nila Larasati (Nila Merah Strain Janti). Ikan nila Larasati merupakan nila hasil perekayasaan oleh PBIAT Janti, Klaten. Ikan ini merupakan persilangan antara nila hitam dengan nila merah. Keunggulan nila Larasati yaitu pertumbuhannya seperti nila merah sedangkan reaksi pakannya seperti nila hitam, pemeliharaan lebih cepat, dagingnya lebih banyak dan kelangsungan hidup tinggi.
Sumber : http://jogjabenih.com
Read more

Prof Kamiso HN : Manajeman Budidaya Ikan Berkelanjutan

Ketersediaan dan penggunaan sarana budidaya hasil teknologi tinggi yang sudah mapan dan terbukti sangat efektif antara lain pompa air, aerator, obat-obatan (bukan antibiotik), probiotik, bioflok,  imunostimulan, vaksin, dan biosekuriti  sangat dianjurkan. Sarana tersebut sangat bermanfaat untuk  meningkatkan kualitas air, daya dukung, kesehatan ikan dan lingkungan, efisiensi pakan, serta produktivitas usaha budidaya. Semakin tinggi tingkat teknologi semakin memerlukan sarana tersebut, karena padat tebar tinggi maka risiko terkena wabah penyakit juga meningkat. 
Biosekuriti  dan vaksinasi saat ini telah menjadi program nasional bahkan global untuk pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan. Biosekuriti sangat efektif untuk mencegah masuk ke  dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan (HPI) ke dan dari suatu unit budidaya. Vaksinasi yang dilakukan dengan benar juga telah terbukti sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan ikan terhadap serangan HPI dengan demikian dapat meningkatkan laju sintasan (survival rate atau SR), pertumbuhan,dan efisiensi pakan.
Disamping itu vaksinasi juga dapat menggantikan antibiotik, sehingga produk budidaya aman terhadap kesehatan konsumen karena tidak mengandung residu antibiotik. Hal ini menjadi salah satu syarat ekspor yaitu food safety atau keamanan pangan.
Disamping  hal-hal tersebut di atas pembudidaya juga harus menerapkan manajemen produksi dan manajemen usaha budidaya yang tepat. Yang terpenting dalam manajemen produksi adalah menentukan padat tebar sesuai daya dukung dan skala atau target produksi,  mengatur jadwal tebar dan panen.
Wabah penyakit sering timbul berhubungan dengan musim. Pada saat musim kemarau sekitar Juli sampai September sering timbul berbagai penyakit yang bersifat endemik dan oportunistik. Contohnya  Aeromonas hydrophila (MAS), Pseudomonas sp. (BHS),Mycobacterium sp (Mycobacteriosis), dan Ichthyophthirius multifilis (Ich).
Hal ini karena persediaan air terbatas sehingga kualitas air menurun serta bersamaan dengan rendahnya suhu air. Dibelahan bumi selatan Indonesia musim kemarau bersamaan dengan musim “dingin” (Jw : bediding). Penurunan suhu udara akan menurunkan suhu air, akibatnya menjadi ikan stres, nafsu makan dan daya tahan tubuh  menurun.
Usaha menaikan suhu air dapat mencegah timbulnya penyakit antara lain dengan aliran air, naungan atau menutup bak atau membangun tempat budidaya dalam ruangan terutama untuk pembenihan, pendederan dan penggelondongan, serta aklimatisasi dan adaptasi benih sebelum ditebar. Pemberian imunostimulan seperti vitamin C, atau beta glucan juga dapat membantu meningkatkan daya tahan seluler yang bersifat non spesifik, tetapi harus diberikan secara periodik (setiap minggu sekali).
Manajemen usaha budidaya terutama ditujukan untuk menentukan target produksi,  jadwal tebar dan panen sesuai dengan pasar agar harga jual ikan tidak menurun karena kelebihan pasokan (supply)  dibanding kebutuhan pasar (demand). Dengan demikian Pola Budidaya Ikan Sehat PBIS tidak saja menjamin kesehatan ikan dan lingkungan tetapi juga berperan dalam menjamin kesehatan usaha perikanan budidaya.
Pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan harus menjadi bagian dari pengelolaan usaha budidaya sejak persiapan sampai panen. Selama ini pada umumnya pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan lebih ditekankan untuk penyembuhan penyakit setelah ada wabah bukan bagian dari kegiatan rutin budidaya. Padahal pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan mencakup pencegahan, penyembuhan,dan pemberantasan HPI.
Catatan tentang wabah penyakit juga sangat penting dalam pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan. Dengan data dan informasi yang baik tentang sejarah timbulnya penyakit, wabah penyakit dapat diprediksi dan dicegah karena pembudidaya telah siap apabila itu terjadi. Karena secara umum beberapa penyakit akan terjadi berulang- ulang sesuai musim dan pola budidaya, sehinggga pembudidaya dapat mengantisipasinya.
Kecuali untuk HPI eksotik (dari luar daerah atau negara) karena kesalahan pembelian benih (tidak SPF) dan kesalahan prosedur karantina pada saat impor.  Disamping pencegahan, penyembuhan dan pemberantasan HPI, manajemen kesehatan ikan dan lingkungan sebaiknya juga diintegrasikan dengan pemulihan pasca wabah. Hal ini penting, agar pembudidaya tetap yakin dan mampu pulih kembali setelah serangan wabah penyakit.
Bagi yang ingin  membuka usaha baru, perlu mencari lokasi yang sesuai, layak dan sehat yaitu terletak di kawasan atau zona bebas HPI endemik berbahaya atau yang risikonya dapat diatasi (allowable level of risk/ALOR, atau allowable level of protection/ALOP). Jika  tidak ada kawasan bebas HPI berbahaya dapat menggunakan kawasan endemik yang mempunyai risiko rendah, dengan menerapkan biosekuriti dengan level yang lebih tinggi dan vaksinasi untuk ikan atau imunostimulan untuk udang, atau menggunakan sistem resirkulasi.
Untuk melindungi kesehatan ikan dan lingkungan baik di unit usaha maupun kawasan budidaya perlu dibentuk kelompok pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan karena masalah penyakit ikan bukan hanya merupakan masalah individu tetapi telah menjadi masalah kawasan,  nasional, regional bahkan global. Akan lebih baik apabila di kawasan budidaya didirikan pusat pelayanan kesehatan ikan dan lingkungan yang mempunyai laboratorium keliling. 
Pembentukan jejaring kerja sama antar pembudidaya dengan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan. Lembaga yang sangat terkait dan bertanggung jawab dengan pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan adalah dinas perikanan, direktorat kesehatan ikan dan lingkungan, perguruan tinggi, karantina ikan, laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan. Dengan demikian kesehatan ikan dan lingkungan di kawasan budidaya dapat terus terpelihara secara berkelanjutan.

Sumber : http://jogjabenih.com/
Read more

Workshop Jogja Benih

Suatu kehormatan bagi Arum Pager untuk dapat menghadiri Workshop yang di selenggarakan oleh Jogja Benih pada:
Hari/Tanggal : 26 Maret 2013
Jam :08.30 - selesai
Tempat : Meeting Room 2, Hotel Merapi Merbabu Jl. Seturan Raya, Depok, Yogyakarta




Lihat Grand Dafam Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta di peta yang lebih besar
Read more

Pakan Alami : Manggot

Bahan baku utama sumber protein untuk pakan ikan adalah tepung ikan yang cenderung semakin berkurang dan harganya semakin mahal Maggot adalah salah satu bahan baku alternatif untuk mengantisipasi kelangkaan tepung ikan. Perekayasaan ini bertujuan untuk menghasilkan teknik produksi maggot secara massal.

Metoda yang akan dikembangkan adalah teknik pengumpulan telur atau larva maggot dengan cara menyebarkan bungkil sawit fermentasi dalam kenjang ke tempat-tempat di mana black soldier ditemukan. Dari kegiatan ini teruji bahwa produksi maggot dengan cara pengumpulan telur dan larva relatif lebih banyak hasilnya dibandingkan dengan teknik produksi maggot tanpa pengumpulan telur.

Bahan baku utama pakan ikan yang harganya cukup mahal ialah tepung ikan. Tepung ikan merupakan sumber protein yang berguna dalam memacu pertumbuhan ikan. Bahan baku pakan ini sampai sekarang sebagian besar pengadaanya masih mengandalkan dan kegiatan impor yang kecenderungannya semakinlangka dan harganya juga semakin mahal. Oleh karena itu perlu dicari sumber bahan baku lain pengganti protein non tepung ikan yang diharapkan ketersediaannya mudah serta harganya murah.

Maggot (ulat dan serangga black soldier) merupakan sumber bahan baku protein non tepung ikan yang diharapkan mampu berperan dalam mensuplai protein sesuai dengan kebutuhan ikan. Perolehan bahan ini dapat dilakukan secara budidaya dan dapat diproduksi secara masal. Hewan ini dapat diibaratkan sebagai mesin biologis yang mampu mengeluarkan enzim alami, sehingga bahan organik yang sebelumnya susah dicerna dapat disederhanakan dan besar kemungkinan bahan tersebut dapat jadi mudah dicerna, termasuk oleh ikan (Hem, S. 2005). Selain itu hewan sederhana ini memiliki kandungan antimikroba dan anti jamur, tidak membawa atau agen penyakit, kandungan protein cukup tinggi (30-45%), mengandung asam lemak esensial seperti linoleat dan inolenat, serta memiliki 10 macam asam amino essensial. Keistimewaan lainnya adalah hewan ini mampu hidup relatif cukup lama C ± 8 minggu) serta dalam pembudidayaannya tidak memerlukan teknologi tinggi.

Budidaya Maggot di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi (BBPBATS) hingga tahun 2006 sudah berhasil diproduksi dengan cara menyiapkan media bungkil kelapa sawit (Palm Kernel Meal / PKM) fermentasi yang ditempatkan dalam wadah dengan sumber serangga black soldier (Hermentia illucens) dan alam. Dari beberapa kali produksi hasilnya tidak konsisten dan sulit diprediksi, oleh karenanya metoda budidaya maggot akan disempumakan dengan mengupayakan agar produk maggot lebih terkontrol. Dengan terkumpul telur ini, maka produksi maggot sudah dapat diprediksi dan segi kontinyuitas dan kuantitasnya.

OIeh karenanya, dalam perekayasaan ni akan dilakukan modifikasi dalam pentahapan budidaya maggot, yaitu pada pentahapan setelah proses fermentasi bungkil sawit, akan dilakukan penyebaran media ke berbagai tempat Iingkungan hidup black soldier seperti di taman bunga, kebun dan hutan. Dengan tahapan ini diharapkan serangga ini tertarik, kemudian kawin dan meletakkan telurnya dalam wadah yang sudah disiapkan. Langkah selanjutnya telur tersebut dikoleksi untuk ditetaskan dan diproses sebagaimana pernbudidayaan maggot. Dengan perbaikan mi semua tahapan dalam budidaya maggot diharapkan dapat terukur, sehingga produksi maggot dapat dikendalikan sesuai dengan yang diinginkan.

Menghasilkan bahan baku pakan sumber protein berupa maggot dalam jumlah relatif banyak, untuk dijadikan sebagai substitusi tepung ikan pada pakan ikan. Diperoleh maggot dalam bentuk tepung ikan sebagai sumber protein hewani dalam penyusunan formula untuk pembuatan pelet/pakan ikan.

Bahan-bahan yang digunakan Serangga black soldier, bungkil kelapa sawit sebanyak 10 ton dan bahan fermentasi. Alat-alat yang digunakan antara lain kantong plastik, jolang 100 bh, kandang untuk pemeliharaan serangga black soldier 1 unit, dan drum plastik 10 bh.

Prosedur dalam kultur massal maggot adalah sebagai berikut :
1. Fermentasi Bungkil Sawit (PKM), Bungkil sawit dimasukkan ke dalam drum plastik, tiap drum diisi sebanyak kurang lebih 50 kg. Tambahkan cairan rumen, dan isi perut kambing atau sapi sebanyak 5-10%, campur dengan air sehingga 3 kali lipat dan jumlah bungkil sawit. Isi rumen ini dimaksudkan sebagai sumber mikroba yang diperlukan dalarn proses fermentasi. Selama proses fermentasi, drum plastik dalam kondisi terlindung, ditutup rapat. Proses fermentasi dalam kondisi anaerob. Waktu yang diperlukan antara 10-14 hari. Bungkil sawit fermentasi ini digunakan sebagai media untuk menanik black soldier untuk mau menempatkan telurnya, dalam wadah yang sudah disiapkan, karena bahan ini memiliki bau yang khas.

2. Koleksi Telur Maggot, Untuk mendapatkan telur maggot, dilakukan dengan cara menempatkan keranjang antara lain bambu, ukuran 30 x 20 x 20 cm yang diisi dengan PKM fermentasi sebanyak 2 kg. Serangga black soldier yang sudah dewasa akan tertarik dengan bau PKM fermentasi kemudian kawin dan menempatkan telumya ke dalam dinding keranjang. Telur yang sudah menempel dalam keranjang bisa dilakukan pemanenan telur atau langsung ditetaskan dan dipelihara sementara waktu dalam keranjang.

3. Budidaya Maggot, Telur maggot berada dalam atau maggot kecil yang keranjang selanjutnya dipelihara dalam bak semen ukuran 1 x 1 ,5x I m dan baskom ukuran volume 25 1. Sebagai kontrol dilakukan pula produksi maggot dalam bak semen tanpa dilakukan terlebih dahulu koleksi telur. Pemberian PKM sebagai bahan pakan maggot dilakukan setelah maggot usia 5-14 hari, jumlah pemberian kurang Iebih 3-10% dan biomas maggot, setiap harinya diberikan satu kali. Pemeliharaan maggot berkisar 10-15 hari.

4. Panen Maggot dan Penepungan, Panen maggot dilakukan dengan cara memisahkan maggot dengan media kultur, kemudian dibilas dengan air. Maggot selanjutnya dicampur dengan dedak, dengan penbandingan 3 maggot dan 1 bagian dedak. Campuran tersebut selanjutnya dicetak dalam mesin pelet basah. Bahan pakan maggot ini kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 60°C. Proses pengeringan memerlukan waktu 12-15 jam. Bahan ini selanjutnya digiling sampai berbentuk tepung halus dengan menggunakan disk meal

Tepung magot ini merupakan bahan baku pakan ikan yang kaya dengan kandungan protein, sehingga diharapkan dapat menggantikan atau mensubstitusi posisi tepung ikan dalam pakan.

Sumber : BBPBAT, Sukabumi
Read more

Pakan Alam : Daphnia

Arum Pager - Daphnia merupakan sumber pakan bagi ikan kecil, burayak dan juga hewan kecil lainnya. Kandungan proteinnya bisa mencapai lebih dari 70% kadar bahan kering.Secara umum,dapat dikatakan terdiri dari 95% air, 4% protein, 0.54 % lemak, 0.67 % karbohidrat dan 0.15 abu.Kepopulerannya sebagai pakan ikan selain karena kandungan gizinya serta ukurannya,adalah juga karena kemudahannya dibudidayakan sehingga dapat tersedia dalam jumlah mencukupi hampir setiap saat.

Pemberian tanda kutip pada kata kemudahan sengaja dilakukan karena tidak jarang orang yang sudah mencoba membudidayakan Daphnia sesuai dengan berbagai anjuran tetapi ternyata sering tidak berhasil,dan tampak seolah-olah pekerjaan ini tidak semudah yang dikatakan.Tetapi dilain pihak banyak juga yang dengan sukses membudiyakannya tanpa sedikitpun mengalami kesulitan. Berikut adalah beberapa hal-hal yang sebaiknya dipahami sebelum anda memulai menyiapkan tempat untuk membudiyakan Daphnia.Dengan mengetahui sedikit riwayat hidup mereka,setidaknya akan memudahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin kurang tepatapabila ditemui hambatan dalam pembudidayaan mereka.


Sumber : http://www.aplesi.com
Read more

Pakan Alami : Artemia


Arum Pager - Artemia merupakan salah satu makanan hidup yang sampai saat ini paling banyak digunakan dalam usaha budidaya udang, khususnya dalam pengelolaan pembenihan.
Sebagai makanan hidup, Artemia tidak hanya dapat digunakan dalambentuk nauplius, tetapi juga dalam bentuk dewasanya. Bahkan jika dibandingkandengan naupliusnya, nilai nutrisi Artemia dewasa mempunyai keunggulan, yakni kandungan proteinnya meningkat dari rata-rata 57 % pada nauplius menjadi 70 %pada Artemia dewasa yang telah dikeringkan.

Selain itu kualitas protein Artemia dewasa juga meningkat, karena lebih kaya akan asam-asam amino essensial. Demikian pula jika dibandingkan dengan makanan udang lainnya, keunggulan Artemia dewasa tidak hanya pada nilai nutrisinya, tetapi juga karena mempunyaikerangka luar (eksoskeleton) yang sanga tipis, sehingga dapat dicerna seluruhnya oleh hewan pemangsa.

Melihat keunggulan nutrisi Artemia dewasa dibandingkan dengan naupliusnya dan juga jenis makanan lainnya, maka Artemia dewasa merupakan makanan udang yang sangat baikjika digunakan sebagai makanan hidupmaupun sumber protein utama makanan buatan.

Untuk itulah kultur massal Artemia memegang peranan sangat penting dan dapat dijadikan usaha industri tersendiri dalam kaitannya dengan suplai makanan hidup maupun bahan dasar utama makanan buatan. Untuk dapat diperoleh biomassa Artemia dalam jumlah cukup banyak, harus dilakukan kultur terlebih dahulu.

Produksi biomassa Artemia dapat dilakukan secara ekstensif pada tambak bersalinitas cukup tinggi yang sekaligus memproduksi Cyst(kista) dan dapat dilakukan secara terkendali pada bak-bak dalam kultur massal ini.(Ir. Sri Umiyati Sumeru )Pernah ditemukan kista tertua oleh suatu prusahaan pemboran yang bekerja disekitar Danau "Salt Great". Kista tersebut diduga berusia sekitar lebih dari 10.000 tahun ( berdasarkan metode carbon dating ). Setelah diuji, ternyata kista-kista tersebut masih bisa menetas walaupun usianya 10.000 tahun .( Anonymous, 2008.

Beberapa sifat artemia yang menunjang antara lain :
(a) Mudah dalam penanganan, karena tahan dalam bentuk kista untuk waktuyang lama
(b) Mudah berada ptasi dalam kisaran salinitas lingkungan yang lebar.
(c) Makan dengan cara menyaring, sehingga memper mudah dalam penyedianpakannya.
(d) Dapat tumbuh dengan baik pada tingkat padat penebaran tinggi.
(e) Mempunyai nilai nutrisi tinggi, yaitu kandungan protein 50 - 70%

Sumber : http://www.aplesi.com
Read more

Pakan Alami : Cacing Tanah

Arum Pager - Cacing tanah termasuk binatang invertebrata (tidak bertulang belakang). Ia hidup di dalam tanah yang gembur dan lembab. Cacing tanah mengandung kadar protein tinggiDari hasil penelitian menunjukkan cacing kristal mempunyai kandungan protein cukup tinggi, yaitu sekitar 72%, yang dapat dikategorikan sebagai protein murni. Kalau dibandingkan dengan jenis bahan makanan asal hewan lainnya, misalnya ikan teri yang biasanya dipakai dalam campuran ransum unggas, mempunyai kandungan protein protein kasar berkisar antara 58-67% dan bekicot dengan kandungan protein 60,90%, masih jauh lebih rendah dibanding dengan cacing tanah.

Apalagi kalau dibandingkan dengan sumber protein dari bahan tanaman, seperti bungkil kedele, bungkil kelapa dan lain-lain, rata-rata kandungan proteinnya jauh lebih rendah dibanding cacing tanah. Demikian pula susunan asam amino yang sangat penting bagi unggas, seperti arginin, tryptophan dan tyrosin yang sangat kurang dalam bahan pakan yang lain, pada cacing tanah kandungannya cukup tinggi. Kandungan arginin cacing tanah berkisar 10,7% tryptophan, 4,4% tyrosin, 2,25%..Beberapa penelitan juga membuktikan adanya daya antibakteri dan protein hasil ekstrasi cacing tanah, yang sanggup menghambat pertumbuhan bakteri gram negarif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonelllathypus.

Tidak mengherankan jika cacing tanah bisa dimanfaatkan sebagai media olahan pakan ikan /ternak ataupun pengobatan.

Sumber http://www.aplesi.com
Read more

Pakan Alami : Moina/Kutu Air


Arum Pager - Di kalangan petani Moina dikenal dengan nama kutu air. Jenis kutu ini mempunyai bentuk tubuh agak bulat, bergaris tengah antara 0,9-1,8 mm dan berwarna kemerahan.

Perkembangbiakan Moina dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara asexual atau parthenogenesis (melakukan penetasan telur tanpa dibuahi) dan secara sexual (melakukan penetasan telur dengan melakukan perkawinan/pembuahan terlebih dahulu). Pada kondisi perairan yang tidak menguntungkan, individu betina menghasilkan telur istirahat atau ephipium yang akan segera menetas pada saat kondisi perairan sudah baik kembali.

Moina mulai menghasilkan anak setelah berumur empat hari dengan jumlah anak selama hidup sekitar 211 ekor. Setiap kali beranak rata-rata berselang 1,25 hari, dengan rata-rata jumlah anak sekali keluar 32 ekor/hari, sedangkan umur hidup Moina adalah sekitar 13 hari.

Moina biasa hidup pada perairan yang tercemar bahan organik, seperti pada kolam dan rawa. Pada perairan yang banyak terdapat kayu busuk dan kotoran hewan, Moina akan tumbuh dengan baik pada perairan yang mempunyai kisaran suhu antara 14-30 0C dan pH antara 6,5-9. Jenis makanan yang baik untuk pertumbuhan Moina adalah bakteri. Untuk menangkap mangsa, Moina akan menggerakan alat tambahan pada bagian mulut, yang menyebabkan makanan terbawa bersama aliran air ke dalam mulut.

Sumner : http://www.aplesi.com
Read more